/* Ads dari Propeller -------------------------- */ Warung Internet
Showing posts with label Ilmu Akhirat. Show all posts
Showing posts with label Ilmu Akhirat. Show all posts

Petir, Rahmat atau Laknat ?

al baqarah 19
Atau seperti hujan lebat dari langit. Di dalamnya kegelapan dan guruh dan kilat. Meraka menyumbat telinganya dengan jarinya dari petir karena takut mati. Dan Allah meliputi orang-orang kafir.  (Q.S. Al-Baqarah 2: 19)

petir
Manusia selalu merasa ngeri ketika mendengar kilat sambung-menyambung dan guntur menggelegar. Sampai-sampai ada ungkapan sumpah, “Berani disamber gledek kalau gue bohong.” Orang Yunani menganggap petir dikuasai oleh dewa perang Mars. Orang kejawen percaya bahwa petir dipegang oleh Ki Ageng Selo, sehingga kalau terdengar kilat, mulut mereka komat-kamit berkata, “Slamet-slamet embah, putune wonten ngandap mriki.” Menurut kepercayaan primitive, petir diartikan dewa langit sedang murka.


Memang ada hadist Tirmidzi dalam Mustadrak dari Abdullah bin Amr r.a. bahwa Rasulullah saw. bila mendengar petir berdoa, Allahumma la taqtulna bighodobika, wala tahlikna bi’adzabika “Ya Allah, jangan Engkau musnahkan kami dengan azab-Mu, dan ampuni kami sebelum itu terjadi.”

Al Qur’an mengajarkan lebih mendalam lagi. Bukan hanya rasa takut, tetapi ada secercah harapan dari petir. Kalau hanya ketakutan, itu perilaku orang kafir. Hanya orang kafir yang menutup kupingnya karena takut mati mendengar suara petir. Sebaliknya, seorang beriman mestinya menganggap petir adalah ayat-ayat, tanda-tanda kekuasaan Allah yang harus disingkap rahasianya. Sebagaimana firman Allah dalam Surat Ar-Rum (30) ayat 24, dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah ditampakkan kepadamu petir yang menakutkan dan menimbulkan harapan.

Petir adalah ayat Allah, dia haruslah diposisikan sebagai hal penting yang harus ditafakuri seluk-beluknya. Ahli tafsir hanya menyebutkan bahwa yang dimaksud harapan adalah harapan akan turunnya hujan. Rasanya terlalu sederhana. Segala hal yang disebutkan Allah dalam Al Qur’an pastilah mengadung isyarat bagi sesuatu yang lebih dalam.

Baru di tahun 1750-an, seorang ilmuwan Amerika bernama Benyamin Frenklin menemukan bahwa petir adalah sebentuk peristiwa listrik. Petir merupakan lompatan listrik bertegangan tinggi yang terjadi di atmosfer. Arus listrik yang terjadi dalam sekali sambaran petir adalah 10 coulomb pada perbedaan tegangan potensial sebesar 100 juta volt. Energy yang ditimbulkan sebesar 1 miliar joules atau 280 kWh, cukup untuk menghidupkan AC kamar selama 2 minggu. Padahal, setiap detik terjadi 100 lompatan petir di muka bumi. 90% berlangsung di dalam awan, tidak tampak oleh mata. Sisanya terjadi lompatan antara awan dan bumi dengan kecepatan 100.000 km/detik. Bagaimanapun, setiap hari sebetulnya tersedia 100 x 24 x 60 x 60 x 280 kWh = 11, 4 miliah kWh listrik gratis. Namun yang diperoleh manusia sekarang dari petir masih berbentuk musibah kebakaran, nyawa melayang dan kerusakan alat-alat elektronik. Fabi ayyi ala’I rabbikuma tukadziban “Maka nikmat Tuhanmu yang mana yang kamu dustakan?”

Dr. Ir. H. Chunaeni Latief M.Eng.Sc., pimpinan laboratorium energy Unisba mengatakan bahwa seluruh listrik yang kita nikamati sekarang bukan energy listrik murni. Sebagian besar berasal dari energy air (PLTA), energy uap (PLTU), panas bumi (PLTG), energi nuklir (PLTN) dan lain-lain. Sedangkan yang dinamakan energy listrik yang benar-benar murni adalah dari petir. Ini belum dimanfaatkan sama sekali. PLTP, Pembangkit Listrik Tenaga Petir, baru dalam tafar eksperimen skali kecil-kecilan di Jepara.

Para ahli meteorology menghitung bahwa suhu di batang petir bisa mencapai 25.000o C, dan tekanan udara menjadi 10 atmosfer dalam sepersekian detik. Ini pun sumber energy poteksial lagi yang bisa dikonversi untuk keperluan manusia. Al Qur’an telah mengisyaratkan adanya ketakutan dan harapan akibat petir. Ketakutan telah mengembangankan teknologi alat penangkal petir. Sedangkan harapan yang timbul dari petir masih terbukan lebar bagi ilmuwan Muslim untuk digali.

Selain menghasilkan energy listrik, petir masih mempunyai peranan besar lain di bumi. Petir mempercepat terjadinya hujan dan pembentukan salju. Petir juga berfungsi melestarikan nitrogen di atmosfer bumi. Nitrogen adalah untuk utama yang dibutuhkan makhluk hidup. Diperkirakan jutaan tahun silam, di awal usianya, petirlah yang telah berjasa atas sintesa terbentuknya zat-zat kimia organic yang akhirnya berlanjut kepada berkembangnya kehidupan di muka bumi. Wallahu A’lam.
Source :
  • Al-Qur’an, Surah Al-Baqarah 2:19
  • Pranggono, Bambang (2005) Percikan Sains dalam Al Quran Menggali Inspirasi Ilmiah, , Khazanah Intelektual
  • images.google.com

Sudah benarkah wudhu kita ?

Tiap hari saya dan anda pasti berwudhu. Pagi, siang, sore dan malam berwudhu, tapi pernahkah terpikir sejenak, "Sudah benarkah wudhu kita?". Hal ini SANGAT PENTING, mengingat wudhu sebagai suatu kegiatan yang wajib dikerjakan sebelum sholat. Jika wudhu rusak, apa jadinya sholat kita ? idem.

Sedikit kajian tenteang berwudhu, flash back, ingat saat bu/pak guru SD dulu menjelaskan materi ini. Salah satunya akan saya kaji kembali. Baca sebentar, ada pembahasan yang sayang bila dilewatkan + bonus video wudhu yang benar menurut HR. Abu Dawud.


Rukun berwudhu :
  1. Niat ketika membasuh muka. Lafazh niat wudhu sebagai berikut :
  2. Membasuh seluruh muka (mulai dari tumbuhnya rambut kepala hingga bawah dagu).
  3. Membasuh kedua tangan sampai siku-siku.
  4. Mengusap sebagian rambut kepala.
  5. Membasuh kedua belah kaki sampai mata kaki.
  6. Tertib (berturut-turut), artinya mendahulukan mana yang harus dahulu, dan mengakhirkan mana yang harus diakhirkan.

Selain itu, sunnah-sunnah berwudhu yaitu :
  1. Membacah basmalah pada permulaan berwudhu.
  2. Berkumur-kumur.
  3. Membasuh lubang hidung sebelum berniat.
  4. Mendahulukan anggota kanan dari pada kiri.
  5. Membasuh kedua telinga luar dan dalam (seusai mengusap sebagian rambut kepala).
  6. Melakukan basuhan/usapan sebanyak 3 kali.
  7. Menyela-nyela jari-jari tangan dan kaki
  8. Membaca doa sesudah berwudhu

Yang membatalkan wudhu yaitu :
Keluar sesuatu dari qubul dan dubur, whatever the shape.
Hilang akal misalkan gila, pingsan, mabuk dan tidur nyeyak.
Bersentuhan kulit antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrimnya.
Tersentuhnya kemaluan dengan telapak tangan atau jari-jari yang tidak memakai tutup.

Hal-hal / Problem seputar wudhu :
  • Sebaiknya kita memahami makna dari niat berwudhu, jadi tidak sekedar dibaca. Jadi terkadang tidak jarang artinya-pun ikut dibaca.
  • Haruskan kita membasuh sampai 3 kali? Jawabnya, TIDAK. Karena membasuh sampai 3 kali hukumnya sunnah, bukan wajib.
  • Misal membasuh tangan sampai 3 kali, itu kanan langsung 3 kali kemudian kiri 3 kali atau secara bergantian (kanan-kiri, kanan-kiri, kanan-kiri) ? Jawabnya, kedua-duanya boleh, dan tidak perlu diperdebatkan karena membasuh 1 kali saja sudah cukup.
  • Yang benar, membasuh kepala atau rambut atan bagaimana ? Jawab, yang dibasuh adalah rambut di kepala hingga tempat tumbuhnya rambut, maksudnya sampai kulit kelapa (ups, kepala).
  • Lantas bagaimana dengan mereka yang botak ? Jawab, tidak masalah, yang dibasuh tetap bagian kepala, karena telah disebutkan bahwa tempat tumbuhnya rambut kepala.
  • Perlu diperhatikan, membasuh seraya membersihkan, jadi bukan sekedar menyiram dengan air. Misalkan pada tangan dankaki, kita harus membasuhnya secara benar.
  • Di air yang bagaimana kita harus berwudhu ? Jawab, di air yang suci dan mensucikan, sangat dianjurkan ditempat yang mengalir, misalkan dengan kran-kran. Bila kita berwudhu di bak / baskom yang berukuran besar, hal tsb cukup menghawatirkan, kanapa ? Misalkan kita membasuh muka, kemudian air / sisa guyuran tadi masuk kembali ke bak (walau sedikit) itu membuat wudhu tidak sah sebab ada percampuran dengan air sisa wudhu. Hal ini dikarenakan air sisa wudhu bersifat suci, tapi tidak mensucikan. LAGIAN, misal dengan gayung (apasih nama resminya?) misal pas membasuh tangan, salah satu tangan memegang gayung sedangkan tangan yang lain dibasuh, nah tangan mana lagi yang akan membasuh ? (masa' milik tetangga !!) Jadi diusahakan menggunakan kran atau air yang mengalir.
  • Biasanya wudhu dikerjakan setelah mandi dalam kondisi yang tidak berbusana, setelah itu barulah berbusana, apakah itu boleh ? Bukan tidak boleh, tapi kurang baik dan tidak sopan. Perhatikan niat wudhu, "Saya niat wudhu untuk menghilangkan hadast kecil karena Allah SWT", ya sepantasnya kita menutup aurat kita dahulu, baru berwudhu.
  • Apakah makan dan minum membatalkan wudhu ? Jawabnya, tidak, karena tidak termasuk dalam daftar hal-hal yang membatalkan wudhu. Jadi boleh dan tidak membatalkan wudhu. Tapi untuk makan kita perlu waspada, hal tersebut bisa menghawatirkan karena takutnya ada sisa-sisa makan yang tertelan saat sholat. Selain itu, apa kita tidak kurang ajar, masa' habis makan langsung sholat, pasti ada sisa-sisa di mulut. Kalo gitu lebih baik kumur-kumur dahulu, nah kan udah ketemu sama air, sekalian saja wudhu (tambah pahala). Hal ini berbeda dengan minum, karena minum (yang wajar) tidak meninggalkan sisa di mulut. (contoh yg tdk wajar, minum jamu yang sangat kental)
  • Apa tertidur membatalkan wudhu ? Jawab, tergantung mati. Karena tidur sejenak (lebih kurang 5-10 menit) tidak masalah dengan syarat bagian pantat (tuh kah, apa sih bahasa resminya?) tidak terangkat, dikhawatirkan kentut. Selain itu tidur yang nyeyak (pulas) sampai-sampai ngorek (maaf, ngorok) juga dapat membatalkan wudhu kita.

Kesimpulan :
Kita tiap hari berwudhu, tapi terkadang kita berwudhu ala kadarnya. Padahal wudhu adalah gerbang dari ibadah setelahnya. Ada baiknya kita mengkajinya ulang, walau hal itu terasa jadul dan terkesan sepele.

Jadi, semoga Allah SWT mengampuni kasalahan saya yang sering lalai saat melakukan berbagai aktifitas, khususnya wudhu. Kita salah, tapi tidka selamanya salah, kita harus belajar dan belajar, dengan demikian kita tau (berilmu). Bukankah Allah akan meninggikan beberapa derajat dari orang-orang yang berilmu ????

Bonus, link cara wudhu menurut HR. Abu Dawud.
Klue password : nama bunga sekaligus bulan (masukkan jawaban untuk menampilkan link)

Sekian, semoga bermanfaat, amiiiin ......

Master Chef vs As Salam

Untuk kali ini postingan hanya bertujuan untuk sharing saja, bukan dalam kategori pendidikan, trik atau sejenisnya. Pada topik yang saya angkat, "Master Chef vs As Salam". Master Chef (Indonesia khususnya) merupakan salah satu tayangan baru yang cukup menyegarkan dan fenomenal ditahun ini, persembahan FundamantleMedia dan RCTI. Siapa yang kagak tau acara ini, yah walaupun kagak nonton, tapi pernahlah terbesit dan menyaksikan iklan Master Chef Indonesia ini. Ajang ini merupakan ajang untuk mengadu kemampuan memasak bagi semua kalangan untuk menemukan The First Master Chef Indonesia. Acara ini menghibur para penonton setianya tiap Sabtu dan Minggu pukul 16.30 sd 18.30 WIB. Bukan promosi lho.

Terus bagaimana dengan As Salam, siapa yang tau? Acara ini tampil di stasiun televisi mana?

Menurut dugaan saya, tidak banyak yang tau acara ini, khususnya anak-anak muda remaja, paling-paling yang tau orang-orang tua kita (itupun ga semua). Acara As-Salam ini merupakan acara pengajian rutin setiap hari Sabtu pukul 18.00 (baca : malam minggu) ditayangkan di stasiun nasional TVRI, yang sangat saya rekomendasikan untuk ditonton.Bahasannya sangat menarik, dan salah satu mentor yang saya kagumi yaitu Cak Nur. Beliau seorang ustadh atau guru, yang kagak mau dipanggil ustad atau Pak Kyai, beliau maunya dipanggil cak, pak, bapak (asal bukan om, hehehe, Maaf Cak Nur, becanda). Hebatnya, beliau tahu segala seluk beluk Al-Qur'an dan tau kaitan-kaitan tiap bahasan yang dibicarakan. Misal, bahasan minggu lalu tentang jihad, beliau mengupas tuntas tentang ayat-ayat Al-Qur'an tentang jihad. Sulit diungkap dengan kata-kata, Anda bisa menyaksikan langsung.


Sedikit share, saya biasanya sering nonton Master Chef Indonesia. Dan wajib lihat As Salam. Perhatikan jadwal crash pada hari Sabtu berikut :

Nah, inilah 30 menit crash yang biasa saya alami (ya kagak biasa jg seh, baru 1 pekan). Walau acara As Salam hanya 1 jam saja, tapi tetap HARUS dikejar, mengingat ini forum agama yang nilainya tiada bandingannya dengan 1000 tayangan duniawi menarik lainnya. 

Sekian, mungkin tidak ada yang dapat dipetik dari postingan ini, tapi tak apalah, petik saja buah mangga di halaman luar, sekian dan alhamdulillah saya dinyatakan LULUS dari bangku setingkat Sekolah Menengah Atas. Dan SMKN 1 Purwosari LULUS 100%, alhamdulillah sekali lagi.

Halal bihalal, asli Indonesia

Sebelumnya, saya hendak mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 Hijriah kepada seluruh umat Islam yang merayakannya. Begitu cepat, sebulan penuh Ramadhan telah berlalu. Rasanya baru kemarin hendak puasa, eh.. tak disangga, Syawal sudah datang. Entah mengapa, kini waktu terasa begitu cepat. Mari kita syukuri bersama, bahwasanya Ramadhan telah tempuh, dan semoga berdampak positif bagi kehidupan mendatang.

Dihari yang fitri ini, saya ucapkan rasa maaf sepenuhnya kepada kedua orang tua (tentunya), saudara-saudara, teman-teman, dan para sobat blog di manapun antum berada, atas segala kekhilafan yang terjadi secara sengaja maupun tidak. Ngomong-ngomong mengenai Idul Fitri, hal telah membudaya dikalangan umat muslim Indonesia adalah sitalurahmi, atau yang lebih populer disebut halal bi halal. Sebenarnya apakah makna dari kata itu? Mari ikuti penelusuran berikut.

Selidik punya selidik, halal bi halal merupakan momen yang terjadi setelah bulan Ramadhan, yakni berkumpul dan saling mempererat silaturahmi. Hal ini lazim dilakukan di Indonesia tercinta. Dan yang menarik, ternyata orang Arab sendiri, tidak mengerti apa itu halal bi halal, karena memang tidak ada istilah seperti itu dalam bahasa Arab. Jadi, bagaimana bisa istilah tersebut populer di Indonesia? Bahkan istilah tersebut kita ekspor dan digunakan (dicontoh) oleh Malaysia dan Brunei Darussalam (mungkin karena jasa Tenaga Kerja Indonesia kita).

Ga' jelas diapa yang membuat istilah "Halal bi Halal". Ada yang bilang Bung Karno-lah yang memprakarsainya. Dari salah satu sumber televisi, sejarah halal bi halal bermula dari kemerdekaan bangsa Indonesia diraih bertepatan pada saaat umat muslim melaksanakan ibadah puasa Ramadhan. Pada bulan Ramadhanlah bangsa Indonesia terbebas dari penjajah dan juga dari godaan syetan. Pada saat itu, banyak spanduk yang bertuliskan halal bi halal. Oleh karena itulah frase tersebut masih dipakai hingga sekarang.

Direktur tafsir Al-Qur'an Indonesia, Bpk Quraish Shihab menafsirkan bahwasanya, akar kata halal yang kemudian membentuk berbagai bentukan kata, sehingga mempunyai arti yang beraneka ragam, sesuai dengan bentuk dan rangkaian kata berikutnya. Makna-makna itu berarti menyelasaikan problem, meluruskan benang kusut, melepaskan ikatan, dan mencairkan yang beku.

Tentunya telah jelas, apa inti dari halal bi halal bila dikaji dari berbagai makna di atas. Namun, bila kita masih bingung dengan penjelasan tersebut, tak menjadi masalah. Katakanlah bahwa halal bi halal merupakan suatu istilah yang pada hakakatnya memaknai Idul Fitri. Jadi semakin banyak Anda menyelesaikan masalah dengan keluarga, teman, atau saudara, meluruskan suatu permasalahan, melepaskan ikatan dan menyambung silaturahmi (mencairkan yang beku), berarti Anda telah memaknai arti kata halal bi halal. Ingat, memaknai (mengamalkan) jauh lebih berarti daripada sekedar mengerti. Insya Allah

Merah untuk Merdeka, Putih untuk Ramadhan

Dapatkah Anda menebak maksud dari judul postingan saya kali ini? Ya, benar, sepintas intuisi Anda benar. "Merah untuk Merdeka, putih untuk Ramadahan" sudah sangat jelas. Agaknya bulan Agustus ini terasa lebih istimewa dan terkesan wah bila dibandingkan dengan Agustus-Agustus lainnya. Pasalnya, di tengah-tengah bulan Kemerdekaan, langsung disambut dengan bulan suci Ramadhan. Mana yang harus lebih diutamakan? Haruskan bulan Agustus ataukah Ramadhan? Atau bagaimana?



Bulan Agustus => Bulan Kemerdekaan


Sudah tradisi dan budaya bangsa Indonesia di bula ini. Sang Merah Putih bertengger di tiap sudut kota dan di semua pelosok negeri. Serangkaian lomba rakyat dan pentas seni turut mewarnai bulan ini, tak terkecuali the biggest moment, Upacara 17 Agustus, yang mau atau tidak mau HARUS dijalankan tiap setahun sekali.
Lho bagaimana, kan bertepatan dengan Ramadhan? Menurut Anda? ....
Ikuti percakapan kedua orang berikut:
Si A : Dibatalkan saja, acara itu tidak efektif, kan panas, nanti banyak yang sengaja membatalkan puasanya, gara-gara tuh upacara!
Si B : Ya tidak bisa, masa' event setahun sekali ini harus ditinggalkan! Apa kata para (arwah) pahlawan kita? Pasti mereka kecewa?
Si A : Bagaiman kalau malam saja upacaranya?
Si B : Hush, ngawur. Ya ga' bisa. Upacara 17 Agustus tetap diadakan pagi hari, karena proklamasi itu terjadi pada pukul 10 pagi, bukan 10 malam. Dan masalah ngebatalin puasa, itu tergantung iman masing-masing.


Dapatkah Anda mengambil suatu pelajaran? Seharusnya, YA! Apakah itu? Sudahlah, Anda sudah tahu.


Si A : Bagaimana ya dengan lomba-lomba rakyat?
Si B : Kalau menurutku itu yang tidak wajib, ga' diadain juga ga masalah!, tapi terserah daerah masing-masing. Ada yang dipercepat atau ditunda hingga selesai hari raya. Dilakukan di bulan Ramadhan juga tidak masalah. Enaknya lomba dilakukan sore hari, hitung-hitung ngabuburit bersama.
Si A (dalam pikirannya) : Ada lomba makan kerupuk ga' ya?
Si B (dalam pikirannya juga) : Jelas tidak


Bulan Ramadhan => Best of The Best Moon


Siapa yang tidak kenal bulan ini, hampir semua orang muslim mengenalnya, yang kurang hanyalah mendalami, memaknai dan melakoni. Apa yang menjadikan bulan ini begitu istimewa? (cari saja di google)
Salah satu diantaranya, turunnya Al-Qur'an, bulan dimana rahmat dan ampunan terbuka lebar, bulan dimana pintu neraka ditutup rapat dan pintu surga dibuka lebar-lebar dan turunnya Lailatul Qadar (sebenarnya masih banyak).


Lantas, pada tanggal 17 Agustus diadakan upacara dan sebelum upacara pasti ada latihan dan gladi-gladi. Apa ada dispensasi bagi petugas pelaksana upacara, maksudnya, mungkin berhutang dulu, setelah Ramadhan, baru diganti.
Jelas jawaban yang sesuai dengan syariat adalah TIDAK, tidak boleh karena :
Artinya : Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa


Nah, hukumnya adalah wajib/fardhu 'ain, tidak boleh tidak. Tidak ada keterangan boleh ditunda atau dikerjakan lain waktu. Puasa hanya boleh tidak dikerjakan bila memang benar-benar memiliki alasan yang sangat kuat, misal wanita yang dalam keadaan haid dan nifas, ibu hamil atau menyusui, sakit puuaraah. Bila selain hal-hal tersebut, maka dapat dikatakan kurang beriman.


Intinya (Kesimpulan)


Jadi tidak masalah, dua bulan besar datang berpapasan satu sama lain. Merdeka itu harus, dan puasa itu WAJIB, Entah bagaimana caranya, yang penting keduanya harus sejalan dan tidak boleh saling dijadikan alasan satu sama lain. Ingat, bukankah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia terjadi pada hari Jum'at legi, tanggal 17 Agustus 1945 yang bertepatan dengan bulan Ramadhan. Bila dulu para pedjuang bangsa mampu dalam keadaan berperang, kenapa sekarang yang sudah merdeka tidak bisa? Harus, harus bisa.

Adakah Al-Qur’an Berbicara Tentang Komputer?

Bila ada pertanyaan seperti di atas, “Adalah Al-Qur’an Berbicara Tentang Komputer?” sepertinya dapat kita beri jawaban yang logis dan sesuai. TIDAK ADA adalah jawaban yang insya Allah benar. Yang benar saja Al-Qur’an membahas komputer. Di dalam Al-Qur’an tidak ditemukan kata “komputer” di surat manapun. Tapi Al-Qur’an disebut sebagai tuntunan hidup manusia selama hidupnya. Lho... mengapa tidak dijelaskan, padahal komputer hampir tiap saat dibutuhkan dalam berbagai bidang, misal pendidikan, pekerjaan, dan sebagainya. Perlu adanya pengkajian lebih lanjut mengenai hal ini.



Memang secara langsung Al-Qur’an tidak berbicara tentang komputer. Tapi kalau kita memandang secara tidak langsung, artinya melalui beberapa pengkajian lebih dalam, Insya Allah pasti ada suatu ayat yang berhubungan dengan teknologi.


Kata “komputer” berasal dari kata “to compute” yang artinya menghitung. Menghitung atau hitungan erat kaitannya dengan ilmu matematika. Padahal Al-Qur’an penuh dengan misteri akan matematika.


Beberapa keajaiban-keajaiban Al-Qur'an menyangkut angka:
  1. Berisi tentang keajaiban angka 19, dapat anda lihat pada link berikut download
  2. Berisi tentang angka biner. Satu fenomena lagi, tahukah Anda tentang sistem kerja komputer maupun superkomputer yang ada saat ini? Mereka bekerja dengan perintah numerik sistem bilangan biner, yaitu 1 dan 0, 1 berarti hidup dan 0 artinya mati. Hanya dengan itulah komputer bisa berfungsi, sebab hanya dengan 1 dan 0 saja yang dapat dimengerti oleh mesin (bahasa komputasi). Pernyataan tersebut disampaikan oleh Al Khwarizmi.
Dapat diambil kesimpulan bahwa begitu tingginya ilmu dan akal dalam agama yang sempurna ini, begitu banyak ayat yang menyatakan tentang 2 hal ini. Ayat-ayat ALLAH hanya akan menjadi petunjuk bagi orang yang mempunyai akal sebagaimana firman-Nya QS. Ali Imron : 7


"Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal"


Jadi, komputer juga merupakan salah satu hasil ilmu pengetahuan yang harus kita pelajari dengan baik (khususnya dibidang Sistem Informasi), karena dengan itu insya ALLAH kita dapat memaknai beberapa ayat yang disebutkan di atas.


Nah, itulah sekilas tentang keajaiban Al-Qur’an sebagai mukjizat terbesar Nabi Muhammad SAW yang benar-benar mencakup seluruh aspek kehidupan dunia dan akhirat. Insya Allah.